Bersaing dengan Cina, Bosch Pangkas Jam Kerja dan Gaji 10.000 Karyawan

Bosch akan memangkas hingga 5.550 pekerjaan.

Bersaing dengan Cina, Bosch Pangkas Jam Kerja dan Gaji 10.000 Karyawan
Ilustrasi PHK. (Pixabay/Rosy-Bad Homburg-Germany)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Robert Bosch, pemasok suku cadang mobil terbesar di dunia, akan memangkas jam kerja dan gaji sekitar 10.000 karyawan di Jerman, melampaui pengurangan yang diumumkan sebelumnya dan tindak lanjut kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan yang diumumkan pekan lalu.

Mengutip laman Reuters, sektor Otomotif Jerman menghadapi sinyal dan tantangan baru menyusul lemahnya permintaan  dan kompetisi sengit dari para pesaing produsen Cina yang memiliki harga lebih murah. Bosch mengatakan, akan memangkas hingga 5.550 pekerjaan, sehari setelah mengatakan akan memangkas jam kerja 450 staf.

Staf yang sebagian besar memiliki kontrak 38 atau 40 jam di berbagai lokasi di seluruh Jerman akan dikurangi jam kerjanya menjadi 35 jam, kata seorang juru bicara pada Sabtu,lalu mengonfirmasi laporan kantor berita dpa. 

Efisiensi pabrikan Jerman

Perlambatan di sektor mobil Jerman juga telah mengguncang Volkswagen yang sedang dalam perselisihan  dengan para pekerja terkait rencana untuk penutupan pabrik di Jerman, dan Mercedes  yang berkomitmen memangkas biaya yang lebih ketat.

Staf yang sebagian besar bekerja dengan kontrak 38 atau 40 jam di lokasi-lokasi di seluruh Jerman akan dikurangi jam kerjanya menjadi 35 jam, kata seorang juru bicara pada hari Sabtu, mengonfirmasi sebuah laporan oleh kantor berita dpa.

Perlambatan di sektor mobil Jerman juga telah mengguncang Volkswagen, yang sedang dalam perselisihan yang meningkat dengan para pekerja mengenai rencana untuk menutup pabrik di Jerman. Begitupun Mercedes yang sebelumnya menyatakan bakal melakukan pemotongan biaya yang lebih ketat.

Magazine

SEE MORE>
Investor's Guide 2025
Edisi Januari 2025
Change the World 2024
Edisi Desember 2024
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024

Most Popular

WTO Buktikan Uni Eropa Diskriminasi Minyak Sawit Indonesia
Daftar 10 Saham Blue Chip 2025 Terbaru
Selain Bukalapak, Ini 7 e-Commerce yang Tutup di Indonesia
Israel Serang Gaza Usai Sepakat Gencatan Senjata, 101 Warga Tewas
Suspensi Saham RATU Resmi Dicabut, Jadi Top Gainers
Mengapa Nilai Tukar Rupiah Bisa Naik dan Turun? Ini Penyebabnya