Pertamina Catat Realisasi BBM dan LPG Subsidi Hingga Desember 2024

Pertamina menyampaikan realisasi BBM bersubsidi.

Pertamina Catat Realisasi BBM dan LPG Subsidi Hingga Desember 2024
Ilustrasi: kode QR MyPertamina untuk pemblian solar subsidi. (Dok. Pertamina)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Fortune Recap

  • Realisasi penyaluran BBM dan LPG subsidi oleh Pertamina hingga Desember 2024 disampaikan oleh Direktur Utama, Simon Aloysius Mantiri.
  • Pertalite dan Solar masih tersisa 2 persen di bawah kuota, sedangkan realisasi penyaluran LPG subsidi mengalami kelebihan dari kuota yang sudah ditetapkan.
  • Kuota penyaluran Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) berupa Pertalite (RON 90), Solar subsidi, dan LPG bersubsidi telah ditetapkan pemerintah untuk tahun 2024.

Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina (Persero) melaporkan realisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi hingga Desember 2024.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan meskipun stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman, masih ada beberapa catatan penting terkait realisasi kuota penyaluran Public Service Obligation (PSO), seperti Pertalite, Solar, dan LPG subsidi.

“Pertalite dan Solar masih tersisa 2 persen di bawah kuota,” kata dia saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12).

Sedangkan untuk LPG subsidi, realisasi penyaluran mengalami kelebihan dari kuota yang sudah ditetapkan.

Sepanjang 2024, pemerintah telah menetapkan kuota penyaluran Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) berupa Pertalite (RON 90) sebesar 31,7 juta kiloliter (kl) dan Solar subsidi sebesar 19 juta kl pada 2024. Sementara itu, kuota LPG bersubsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mencapai 8,03 juta metrik ton (mt).

Simon memastikan stok nasional untuk berbagai jenis BBM, seperti Pertalite, Pertamax, Solar, dan Dexlite, berada dalam kondisi cukup untuk menghadapi potensi kenaikan permintaan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Kondisi stok nasional kami berada di posisi aman. Misalnya, stok avtur dapat bertahan hingga 28 hari jika tidak ada pasokan tambahan. BBM lain, seperti Pertalite dan Solar, juga memiliki ketahanan 15 hingga 17 hari," kata Simon.

Edukasi untuk mengantisipasi kuota subsidi energi

Meski demikian, operasional distribusi terus berjalan setiap hari untuk memastikan pasokan tetap tersedia, terutama dengan proyeksi kenaikan permintaan sekitar 5 persen untuk bensin dan LPG selama Nataru.

Pertamina telah menyiagakan 7.786 SPBU, 6.802 Pertashop, 414 SPBUN, 55 SPBB, 6.478 Agen LPG, 754 SPBE dan 156 Agen Minyak Tanah untuk memastikan distribusi lancar dan aman.

Untuk menjaga efisiensi penggunaan BBM Subsidi, Simon menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat.

"Kami terus mengajak masyarakat, khususnya yang mampu secara ekonomi, untuk menggunakan BBM non-subsidi. Subsidi PSO (Public Service Obligation) ini harus lebih diutamakan untuk rakyat yang kurang mampu," katanya.

Upaya ini tidak hanya untuk menjaga kuota subsidi agar tidak jebol, tetapi juga sebagai langkah mendukung pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.


 

Related Topics

PertaminaBBM Subsidi

Magazine

SEE MORE>
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024
The Big Bet
Edisi Mei 2024
Chronicle of Greatness
Edisi April 2024

IDN Channels

Most Popular

Apa itu OECD, Organisasi Global yang Bakal Diikuti Indonesia?
William Tanuwijaya Jual Saham GOTO Miliknya Lagi, 1,1 Miliar Unit
Kapan Saham MR. DIY Bisa Dibeli? Ini Tanggal dan Jadwalnya
Bakmi GM Dikabarkan Telah Diakuisisi Grup Djarum
Matahari Mau Tutup 13 Gerai hingga Akhir Tahun Ini
Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan di BREN, Rogoh Rp8,2 M