Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina Retail, anak usaha PT Pertamina Patra Niaga, mengantongi laba bersih Rp162,68 miliar. Capaian tersebut didorong pendapatan Rp24,36 triliun yang, ketimbang catatan pada tahun sebelumnya, mengalami peningkatan.
Direktur Utama PT Pertamina Retail, Fedy Alberto, memaparkan kenaikan pendapatan tersebut diperoleh berkat ekspansi bisnis serta peningkatan pelayanan fuel retail dan non-fuel retail (NFR).
Pertamina Retail membukukan peningkatan total penjualan bahan bakar (fuel retail) baik dalam bentuk gasoil, gasoline, dan BBG senilai Rp23,83 triliun atau naik 22 persen dibandingkan dengan 2022.
"Sedangkan pada sektor NFR, PT Pertamina Retail sukses membukukan pendapatan sebesar Rp524,98 miliar atau naik 32 persen dibandingkan tahun 2022,” ujar Fedy dalam keterangan resmi hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Pertamina Retail, Kamis (30/5).
Fedy mengatakan peningkatan total pendapatan PT Pertamina Retail didukung oleh perkembangan dan penambahan outlet dari beragam layanannya.
Pada sektor fuel retail, terdapat 17 persen penambahan outlet SPBU menjadi 266 unit.
Dari jumlah tersebut di dalamnya terdapat 167 unit SPBU Green Energy Station dan 40 unit infrastruktur kendaraan listrik. Sedangkan pada sektor NFR, terdapat penambahan outlet Bright Store sebanyak 126 persen menjadi 443 unit.
Penilaian kesehatan perusahaan
Di luar keuangan, kinerja Pertamina Retail juga didukung oleh implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mendukung pengembangan sumber daya manusia yang dapat berkompetisi, serta mampu menjaga kelestarian lingkungan.
“Terdapat 12 program utama TJSL yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan sosial. Beberapa di antara program tersebut mendapatkan penghargaan di tingkat nasional,” kata Fedy.
Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Retail, Chrisnawan Anditya, mengapresiasi capaian baik yang telah ditorehkan PT Pertamina Retail sepanjang 2023.
“Hal ini tentu tak luput dari penerapan strategi reinforcing resilience yang diimplementasikan dalam beragam aspek, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pengelolaan operasional oleh seluruh perwira,” ujarnya.
Pada penilaian realisasi tingkat kesehatan perusahaan yang dilakukan oleh General Accounting PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Retail termasuk ke dalam klasifikasi Sehat A dengan nilai sebesar 76. Penilaian ini dilakukan mencakup aspek Kinerja Keuangan, kinerja operasional, dan kinerja administrasi.