OJK Ancam Cabut Izin Usaha 11 Multifinance yang Kurang Modal

Ini tahapan teguran hingga pencabutan usaha multifinance.

OJK Ancam Cabut Izin Usaha 11 Multifinance yang Kurang Modal
ilustrasi bisnis rental mobil (unsplash.com/Crosby Hinze)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bakal melakukan pencabutan usaha bagi perusahaan pembiayaan atau multifinance yang belum memenuhi ketentuan modal minimum Rp100 miliar. Aturan tersebut nyatanya telah tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35 Tahun 2018. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Ogi Prastomiyono menyatakan, hingga saat ini masih ada 11 multifinance yang belum memenuhi ketentuan tersebut. 

"Bahwa ada 11 multifinance yang belum memenuhi ekuitas Rp100 miliar ya. Terhadap perusahaan yang belum memenuhi ketentuan ekuitas. OJK telah menyampaikan surat penetapan pelanggaran terkait ekuitas minimum," kata Ogi melalui konferensi video yang dikutip di Jakarta, Rabu (8/6).

Ini tahapan teguran hingga pencabutan usaha bagi multifinance

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono/ Konferensi Pers OJK

Ogi menjelaskan, sebelum melakukan pencabutan usaha, OJK sebagai regulator akan melakukan berbagai monitoring dan tahapan teguran bagi multifinance yang belum memenuhi ketentuan modal minimum. 

"OJK akan melakukan monitoring secara cepat juga kita juga dapat melakukan prudential meeting dengan pengurus dan pemegang saham untuk mengetahui perkembangan atau proses pemenuhan modal," kata Ogi. 

Bila perusahaan belum juga memenuhi ketentuan modal, OJK akan menyampaikan surat peringatan paling banyak tiga kali berturut-turut dengan masa berlaku surat masing-masing paling lama 2 bulan. 

"Jadi jika sampai dengan berakhirnya sanksi peringatan ketiga perusahaan masih belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum maka OJK akan mengenakan sanksi yang tegas termasuk mengenai pencabutan izin usaha," pungkas Ogi.

Magazine

SEE MORE>
Investor's Guide 2025
Edisi Januari 2025
Change the World 2024
Edisi Desember 2024
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024

Most Popular

WTO Buktikan Uni Eropa Diskriminasi Minyak Sawit Indonesia
Daftar 10 Saham Blue Chip 2025 Terbaru
Selain Bukalapak, Ini 7 e-Commerce yang Tutup di Indonesia
Israel Serang Gaza Usai Sepakat Gencatan Senjata, 101 Warga Tewas
Suspensi Saham RATU Resmi Dicabut, Jadi Top Gainers
Mengapa Nilai Tukar Rupiah Bisa Naik dan Turun? Ini Penyebabnya