Posisi Tak Stabil, Harga Bitcoin Naik-Turun Tajam Kurang dari Sepekan

Sinyal perekonomian yang menunjukkan situasi tarik-ulur.

Posisi Tak Stabil, Harga Bitcoin Naik-Turun Tajam Kurang dari Sepekan
Bitcoin pada uang kertas Iran. Shutterstock/Mc_Cloud
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Harga uang kripto patokan, Bitcoin, turun menjadi US$57.653 dan membuatnya terkoreksi hingga 2 persen dalam 24 jam terakhir.

Menurut laman cointelegraph.com, momentum bullish yang melonjakkan komoditas berkode BTC itu ke level di atas US$60.000 pada akhir pekan lalu tidak dapat bertahan lama. 

Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView menunjukkan bahwa Bitcoin terperosok dari US$60.000 pada 12 Agustus ke US$55.681 sebelum menuju titik kepulihan ke level US$58.668. 

Secara makro, menyusul pasar yang masih gonjang-ganjing pada pekan yang berakhir 11 Agustus, Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen di Amerika Serikat (AS) diharapkan dapat menyingkap ruang yang mesti diisi bank sentral AS atau Fed. 

IHK diharapkan terus turun, dan akhirnya dapat mendorong Fed untuk menimbang adanya pemangkasan terhadap suku bunga acuannya. 

Di sisi lain, pasar tenaga kerja AS, yang menjadi salah satu faktor penting dalam penurunan BTC baru-baru ini, tengah melemah. 

Sinyal perekonomian yang menunjukkan situasi tarik-ulur (mixed signals) membuat para pelaku pasar kebingungan dengan arah yang dituju oleh pasar. Pada akhirnya, terjadi volatilitas tinggi—seperti yang ditunjukkan oleh kecenderungan harga Bitcoin pada 12 Agustus. 

Former President Donald Trump did not mention bitcoin or crypto during an interview with X CEO Elon Musk on Monday evening.

Related Topics

BitcoinBTCAset Kripto

Magazine

SEE MORE>
Investor's Guide 2025
Edisi Januari 2025
Change the World 2024
Edisi Desember 2024
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024

Most Popular

WTO Buktikan Uni Eropa Diskriminasi Minyak Sawit Indonesia
Daftar 10 Saham Blue Chip 2025 Terbaru
Selain Bukalapak, Ini 7 e-Commerce yang Tutup di Indonesia
Israel Serang Gaza Usai Sepakat Gencatan Senjata, 101 Warga Tewas
Suspensi Saham RATU Resmi Dicabut, Jadi Top Gainers
Mengapa Nilai Tukar Rupiah Bisa Naik dan Turun? Ini Penyebabnya