Sempat Melemah Akibat Serangan Iran, Bagaimana Proyeksi Harga Emas?

Analis menyebut harga emas berpeluang naik.

Sempat Melemah Akibat Serangan Iran, Bagaimana Proyeksi Harga Emas?
Pixfiction/Shutterstock
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Harga Emas hari ini menunjukkan kecenderungan untuk mengalami kenaikan setelah periode penurunan kemarin menurut analisis yang dilakukan oleh Andrew Fischer selaku analisis dari Deu Calion Futures (DCFX). Ia menyebutkan, harga emas kemarin berada dalam kisaran $2330 - $2331, namun hari ini, berdasarkan prediksi dari DCFX, terdapat prospek kenaikan masih terbuka.

“Prediksi ini juga didukung oleh perkiraan yang menunjukkan penguatan dolar AS menjelang rilis berita "Retail Sales", yang memicu minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven,” kata Ficher.

Pada sesi perdagangan AS, emas (XAU/USD) untuk penyerahan Juni mengalami kenaikan sebesar USD2,00 per troy ons, mencapai 1,06% lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar cenderung mendukung penguatan harga emas.

Dalam pandangan Fischer, potensi kenaikan ini juga diperkuat oleh kondisi geopolitik yang masih belum stabil, terutama dengan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Ketidakpastian terhadap perekonomian global dan kepercayaan yang merosot terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang mendorong minat investor terhadap emas.

Pergerakan harga emas hari ini menunjukkan bahwa emas cenderung mendapat dukungan pada level USD2.337,10, sementara level resistance terletak pada USD2.448,80. Meskipun ada kenaikan harga, investor juga harus memperhatikan pergerakan indeks dolar AS berjangka, yang naik sebesar 0,16% pada level USD106,00. Namun, meskipun dolar AS menguat, emas masih dianggap sebagai pilihan investasi yang menarik, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global.

Selain emas, perak juga mengalami kenaikan sebesar 1,95% dan diperdagangkan pada USD28,88 per troy ons, sementara tembaga naik 2,52% menjadi USD4,37 per pon. Kenaikan ini menunjukkan bahwa logam mulia secara umum mendapat perhatian investor sebagai alternatif investasi yang menarik di tengah gejolak pasar global.

Dalam gambaran keseluruhan, meskipun terdapat beberapa faktor yang memberikan tekanan terhadap harga emas, seperti kekuatan Dolar AS yang meningkat, tetapi sentimen pasar yang masih ragu terhadap stabilitas global dan kepercayaan terhadap USD, bersama dengan konflik geopolitik yang sedang berlangsung, memberikan dorongan bagi harga emas untuk tetap naik.

Related Topics

EmasHarga Emas

Magazine

SEE MORE>
Investor's Guide 2025
Edisi Januari 2025
Change the World 2024
Edisi Desember 2024
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024

Most Popular

WTO Buktikan Uni Eropa Diskriminasi Minyak Sawit Indonesia
Daftar 10 Saham Blue Chip 2025 Terbaru
Selain Bukalapak, Ini 7 e-Commerce yang Tutup di Indonesia
Israel Serang Gaza Usai Sepakat Gencatan Senjata, 101 Warga Tewas
Suspensi Saham RATU Resmi Dicabut, Jadi Top Gainers
Mengapa Nilai Tukar Rupiah Bisa Naik dan Turun? Ini Penyebabnya