Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diprediksi menguat pada Jumat (6/12), setelah ditutup menurun 0,18 persen di level 7.313,31.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IHSG membentuk candle spinning top tepat di bawah resisten fraktal 7.341. "Yang mengindikasikan bahwa pasar sedang berkonsolidasi sebelum berpotensi menembus di atas level tersebut," kata Ivan dalam riset hariannya.
Menurutnya, level support IHSG berada di 7.227, 7.122, 7.041, dan 6.958. Sementara level resistennya di 7.341 sampai dengan 7.370, 7.475, dan 7.578. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish.
Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini melaju di antara support 7.290 dan resisten 7.360. Daftar saham pilihan mereka adalah ADRO, ANTM, BBCA, BMRI, dan INCO.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di rentang support 7.250, pivot 7.300, dan resisten 7.350. Saham-saham yang disoroti oleh Phintraco Sekuritas adalah CLEO, ICBP, MAPI, KLBF, dan UNVR.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan, IHSG tertahan di bawah indikator MA200 di kisaran 7.330 sampai dengan 7.350. Indikator Stochastic RSI mulai mendekati overbought area.
Oleh sebab itu, pasar tampaknya perlu lebih sabar menunggu validasi bullish reversal (konfirmasi rebound ke 7330-7350). "IHSG diperkirakan kosolidasi di kisaran 7.275 sampai dengan 7.330 di Jumat (6/12)," kata Valdy dalam riset hariannya.
Dari eksternal, pasar menantikan data U.S. Nonfarm Payrolls yang diperkirakan naik ke 202.000 pada November 2024 dari 12.000 pada Oktober 2024. Data itu yang diyakini mendasari statement terbaru dari Kepala The Fed, Jerome Powell yang kembali meredam spekulasi pemangkasan suku bunga acuan di Desember 2024.
Dari dalam negeri, pasar mencermati data cadangan devisa per akhir November 2024. Cadangan devisa diperkirakan tidak bergerak signifikan dari posisi US$151 miliar per akhir Oktober.
Valdy berujar, "Pasalnya, nilai tukar rupiah melemah, tapi relatif bertahan di bawah Rp16,000 per dolar AS, salah satunya ditopang ekspektasi berlanjutnya kinerja ekspor di November 2024."