Dana BOS adalah Dana Bantuan Operasional Sekolah dari Pemerintah

Simak pengertian hingga jenis dana BOS

Dana BOS adalah Dana Bantuan Operasional Sekolah dari Pemerintah
Ilustrasi anak sekolah (Pexels.com/@Ron Lach
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Dana Bantuan Operasional Sekolah atau biasa disingkat Dana BOS adalah program pemerintah untuk membantu sekolah-sekolah di Indonesia. Setiap tahun dana BOS dialokasikan pada setiap sekolah dengan jumlah siswa yang terdaftar sebagai penerima dana.

Setiap tingkatan sekolah berhak menerima anggaran dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dana yang diterima juga disesuaikan dengan jenis dana BOS yang juga sesuai dengan syarat dan ketentuannya. 

Berikut informasi mengenai pengertian, jenis, hingga penyaluran dananya di bawah ini.

Pengertian dana BOS

Dilansir dari laman Direktorat Sekolah Dasar, dana BOS adalah sejumlah dana yang dialokasikan secara khusus nonfisik untuk mendukung biaya operasional nonpersonalia bagi satuan pendidikan. Bantuan tersebut disalurkan bertujuan agar setiap sekolah bisa memberikan pembelajaran secara lebih optimal pada peserta didik. 

Baik sekolah yang dikelola pemerintah ataupun swasta, keduanya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan dana BOS. Biasanya, dana bantuan ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah, mulai dari gaji guru dan karyawan hingga biaya sarana dan prasarana sekolah. 

Di tahun 2024 ini, pelaksanaan dana BOS berpedoman pada Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan.  

Berdasarkan peraturan tersebut, satuan penerima dana BOS meliputi:

  • Sekolah Dasar (SD)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • Sekolah Luar Biasa (SLB)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Jenis dana BOS

Dalam pelaksanaannya, dana BOS terbagi menjadi dua jenis, yaitu dana BOS reguler dan dana BOS kinerja yang tercantum dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023 ayat (1). Berikut penjelasannya:

1. Dana BOS reguler

Dana BOS reguler adalah dana BOS yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional rutin satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan. Adapun kriteria penerima dana BOS reguler berikut ini:

  • Mempunyai NPSN pada aplikasi Dapodik
  • Memiliki izin untuk menyelenggarakan pendidikan yang terdata pada aplikasi Dapodik
  • Mempunyai rekening satuan pendidikan
  • Bukan merupakan satuan pendidikan kerja sama
  • Bukan merupakan satuan pendidikan yang dikelola K/L
  • Sudah memutakhirkan data Dapodik paling lambat tanggal 31 Agustus pada Tahun Ajaran (TA) sebelumnya.

Seperti informasi sebelumnya, jenis dana ini hanya digunakan untuk kebutuhan operasional yang meliputi:

  • Penerimaan peserta didik baru
  • Pengambangan perpustakaan
  • Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
  • Pelaksanaan kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran
  • Pelaksanaan administrasi kegiatan sekolah
  • Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
  • Pembiayaan langganan daya dan jasa
  • Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
  • Penyediaan alat multimedia pembelajar
  • Penyelenggaraan kegiatan dalam mendukung keterserapan lulusan
  • Pembayaran honor.

Besaran alokasi dana dihitung berdasarkan besaran satuan biaya dana BOS reguler pada tiap masing-masing daerah yang dikalikan dengan jumlah peserta didik yang terdaftar. 

2. Dana BOS kinerja 

Dana BOS kinerja adalah dana BOS yang digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan satuan pendidikan yang dinilai memiliki kinerja baik. Berikut kriteria sekolah bagi penerima dana BOS kinerja.

  • Sekolah yang melaksanakan program Sekolah Penggerak
  • Sekolah yang memiliki prestasi
  • Sekolah yang mempunyai kemajuan terbaik dengan kriteria memiliki prestasi tingkat nasional dan masuk ke dalam lima sekolah terbaik tingkat provinsi.

Alokasi dana setiap sekolah juga berbeda dan sudah diatur dalam peraturan yang berlaku. Berikut rincian alokasi dana setiap sekolah:

1. Sekolah yang melaksanakan program Sekolah Penggerak

  • Pengembangan sumber daya manusia
  • Pembelajaran kurikulum merdeka
  • Digitalisasi sekolah
  • Perencanaan berbasi data.

2. Sekolah yang memiliki prestasi

  • Asesmen dan pemetaan talenta
  • Pelatihan dan pengembangan talenta
  • Pengembangan manajemen dan ekosistem.

3. Sekolah yang mempunyai kemajuan terbaik

  • Pembelajaran Kurikulum Merdeka
  • Perencanaan berbasis data.

3. Syarat penyaluran dana BOS

Penyaluran dana BOS reguler terbagi menjadi dua tahap setiap tahunnya dengan ketentuan sebagai berikut

  • Tahap 1 akan disalurkan paling banyak 50 persen dari pagu alokasi dalam jangka waktu penyaluran pada bulan Januari sampai Juni tahun anggaran berjalan.
  • Tahap 2 disalurkan sebesar sisa dari pagu alokasi yang belum disalurkan dalam jangka waktu Juli-Desember tahun anggaran berjalan.

Penyaluran dana BOS pada tahun anggaran berkenaan, setiap satuan pendidikan wajib melaporkan laporan realisasi penggunaan dana kepada pemerintah sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 63 tahun 2022 Bagian Ketujuh tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana BOSP, Pasal 51 ayat 2. 

Dapat disimpulkan bahwa, dana BOS adalah bantuan dana yang disalurkan dari pemerintah untuk satuan pendidikan di Indonesia untuk mendukung proses pembelajaran peserta didik. Dalam penyaluran dananya, setiap prosenya mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Related Topics

Dana BOS

Magazine

SEE MORE>
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024
The Big Bet
Edisi Mei 2024
Chronicle of Greatness
Edisi April 2024
[Dis] Advantages As First Movers
Edisi Maret 2024
Fortune Indonesia 40 Under 40
Edisi Februari 2024
Investor's Guide 2024
Edisi Januari 2024

Most Popular

Daftar Saham Afiliasi Para Calon Menteri dalam Pemerintahan Prabowo
Ini Biaya dan Perbandingan Franchise Alfamart dan Indomaret
BI Masih Cermati Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan
BI: Biaya Transaksi QRIS Gratis hingga Rp500 Ribu per 1 Desember 2024
Ini 3 Waktu Terbaik untuk Memulai Investasi Emas
Investor Asal Korsel dan Cina Bakal ke Indonesia Bawa Dana Jumbo