Jakarta, FORTUNE - Kemajuan pembangunan Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) saat ini telah mencapai 80,4 persen. Menurut Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, proyek ini harus selesai sesuai target pada pertengahan 2023.
"Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini adalah salah satu proyek utama 'Global Maritime Fulcrum' dan inisiatif 'Belt and Road' yang menjadi landmark kerja sama Indonesia dan Tiongkok," ujar Luhut dalam kanal YouTube Sekretaris Presiden, Rabu (17/11).
Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping menyaksikan uji coba operasional KCJB secara daring sebagai salah satu agenda pertemuan bilateral Indonesia–Cina yang dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.
KCJB akan menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan waktu tempuh 36 menit, jauh lebih cepat dibandingkan dengan memakai kereta biasa. Saat diluncurkan nanti, Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan kereta cepat.
Maksimal kecepatan Kereta Cepat Jakarta Bandung
“Teknologi yang digunakan pada Kereta Cepat Jakarta Bandung menggunakan fitur kereta cepat Tiongkok yang sangat canggih, teruji, dan berkelas dunia. Di antaranya jalur lintasan yang berstandar internasional yang disesuaikan dengan kondisi geologis Indonesia,” ujar Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi.
Kereta cepat tersebut menggunakan sistem kontrol kereta Chinese Train Control System Level 3 (CTCS-3) dan fitur peredam getaran dan kebisingan secara optimal pada kabin walau rangkaian melaju sangat cepat. KCJB mampu melesat hingga 420 kilometer per jam, dan kecepatan operasional 350 kilometer per jam.
Pada uji coba ini, tim KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) mengoperasikan Kereta Inspeksi yang meluncur mulus sepanjang 15 kilometer dari Stasiun Tegalluar Bandung menuju Casting Yard 4 di atas jalur uji KCJB.
Kereta inspeksi akan dioperasikan setiap hari
Kereta inspeksi KCJB dirancang untuk mampu mendeteksi kondisi lintasan, kelistrikan, komunikasi, persinyalan, dan respons dinamis kereta. Kereta inspeksi juga sudah teruji dalam mendeteksi berbagai isu dari lingkungan sekitar lintasan, serta mampu memberikan akurasi laporan kondisi lintasan tingkat tinggi secara real-time.
Kereta inspeksi ini akan dioperasikan setiap hari sebelum jalur digunakan untuk kereta penumpang.
Uji coba ini, yang merupakan bagian dari persiapan jelang pengoperasian KCJB pada pertengahan 2023, juga memperlihatkan fitur-fitur unggul kereta penumpang KCJB. Kapasitas penumpang dalam sekali perjalanan mencapai lebih dari 600 orang, yang terdiri dari kelas VIP, first class dan second class.
Proyek KCJB berhasil merampungkan sejumlah pencapaian sejak pembangunan berskala penuh dimulai pada Juni 2018. Seluruh konstruksi layang, jembatan dan terowongan telah selesai. Pemasangan rel di jalur utama dari arah Bandung menuju Jakarta masih berlangsung. Berbagai persiapan jelang operasional pun berjalan tanpa hambatan.