Jakarta, FORTUNE - Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno (PPKGBK) akan mulai mengelola Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) secara mandiri, setelah jangka waktu perjanjian kerja sama pengelolaan dengan pihak sebelumnya berakhir pada 21 Oktober 2024.
Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PPKGBK, Sri Lestari Puji Astuti, mengungkapkan bahwa berakhir perjanjian kerja sama ini akan diikuti dengan penyerahan aset berupa Barang Milik Negara Blok 14 di dalam kawasan GBK.
“Langkah strategis ini merupakan transformasi besar dalam upaya optimalisasi pemanfaatan aset negara dan mengembangkan potensi sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas layanan publik, sejalan dengan prinsip pengelolaan BLU (Badan Layanan Umum), yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat seluas-luasnya,” ujar Sri Lestari dalam keterangan yang diterima Fortune Indonesia, Senin (7/10).
Dengan pengelolaan secara mandiri, PPKGBK berkomitmen akan menjadikan kawasan GBK–khususnya Balai Sidang Jakarta–sebagai pusat kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, Exhibition (MICE), yang terintegrasi dengan fasilitas GBK, inklusif, berkelas dunia, serta memiliki manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.Langkah ini sejalan dengan prinsip optimalisasi aset negara.
“PPKGBK berkomitmen penuh untuk memastikan proses transisi pengelolaan gedung konvensi berjalan lancar dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara serta menjunjung tinggi profesionalisme dan prinsip good governance,” kata Sri Lestari.
Seperti diketahui, sebelumnya JCC dikelola oleh PT Graha Sidang Pratama, yang berada di bawah naungan Singgasana Hotels & Resorts-Grup Hotel atau yang dikenal sebagai pengelola The Sultan Hotel & Residence.
Bagian transformasi GBK
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo sebelumnya mengatakan bahwa pengalihan pengelolaan Balai Sidang Jakarta merupakan bagian dari rencana transformasi kawasan GBK, untuk menjadi lebih profesional dan bermanfaat bagi masyarakat.
“JCC nanti akan menjadi Gelora Convention Center, itu bisa lebih baik lagi pengelolaannya, karena pusat MICE di Jakarta, yang ada di tengah kota Jakarta, itu cuma di Senayan,” ujarnya kepada Fortune Indonesia (3/9).
Gelora Convention Center diakui sebagai area vital bagi GBK sebagai salah satu fasilitas publik yang bisnisnya dikelola secara profesional oleh PPKGBK. Dengan demikian, PPKGBK dalam waktu dekat adalah memastikan proses pelayanan Balai Sidang ini akan terus berlanjut dengan lebih baik daripada sebelumnya.
“Di sana (Balai Sidang), dalam 360 hari, setiap akhir minggu tidak pernah kosong, pasti ada event terus ... inilah yang harus kami selamatkan saat nanti mengelola Balai Sidang (secara mandiri),” ujar Adi.
Keputusan untuk mengelola Balai Sidang, PPKGBK tidak serta merta melakukannya tanpa pertimbangan lembaga lain. Pihakmya telah melakukan studi bersama LMAN (Lembaga Manjemen Aset Negara), untuk memastikan kemampuan PPKGBK dalam mengelola Balai Sidang secara berkelanjutan di masa depan.