Kolaborasi Paper.id dan Bank Muamalat Percepat Pendanaan Usaha Nasabah

Sistem pendanaan transparan dan bersahabat berbasis syariah.

Kolaborasi Paper.id dan Bank Muamalat Percepat Pendanaan Usaha Nasabah
CEO dan Co-founder Paper.id Yosia Sugialam bersama Chief Wholesale Banking Officer Bank Muamalat Irvan Yulian Noor/Dok. Paper.id
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Paper.id demi mempercepat transformasi digital untuk bisnis di Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan membantu para pelaku usaha dalam melakukan proses transaksi antar bisnis dan pendanaan.

CEO dan Co-founder Paper.id, Yosia Sugialam, mengatakan kerja sama bukan hanya akan mengurangi biaya dan waktu dalam transaksi antarbisnis, tapi juga menghadirkan pendanaan supply chain yang transparan dan bersahabat berbasis syariah. Pelaku usaha akan lebih mudah mengakses pendanaan usaha berbasis invoice atau transaksi bisnis.

"Dalam hal ini, pertukaran dokumen tersentralisasi di Paper.id dan dilakukan secara digital, sehingga histori transaksi serta validasi supplier, buyer, dan transaksinya dapat dilakukan dalam satu tempat, agar pendanaan tepat guna," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (27/6).

Chief Wholesale Banking Officer Bank Muamalat, Irvan Yulian Noor, mengatakan Bank Muamalat ingin menghadirkan solusi yang komprehensif bagi nasabah, khususnya di segmen korporat dan komersial. 

Memudahkan akses produk-produk usaha berbasis digital

Kerja sama ini, kata Irvan, memungkinkan pengembangan value chain system yang memudahkan nasabah (supplier dan buyer) dalam mengakses produk-produk usaha berbasis digital.

"Value chain system sendiri merupakan suatu platform yang dapat digunakan sebagai solusi terkustomisasi bagi anchor dan mitra usahanya," katanya.

Sistem ini dapat menyesuaikan dengan metode pembayaran dan pola pembelian atau penjualan anchor dengan mitra usaha. Sehingga diperlukan aturan dalam bentuk petunjuk teknis pelaksanaan transaksi trade finance yang komprehensif.  

Perputaran uang usaha nasabah menjadi lebih lancar karena pembayaran dan pembelian barang usaha melalui pengajuan pendanaan modal kerja ke bank dilakukan secara digital. Sistem ini juga dapat memitigasi human error dalam proses pemeriksaan dokumen, monitoring, dan reporting.

Memudahkan proses pengajuan pendanaan

Proses pengajuan dokumen dapat dilakukan melalui platform Paper.id dimulai dari supplier yang membuat invoice via platform Paper.id. Untuk memperkuat validitas invoice, e-Meterai dan tanda tangan digital juga dihadirkan untuk membuat invoice bernilai sah dan dapat dikirimkan langsung secara digital melalui beberapa kanal seperti surat elektronik, aplikasi Whatsapp, ataupun SMS.

Setelah itu, proses pengecekan oleh institusi keuangan dapat dilakukan secara digital lewat histori transaksi yang terekam langsung dalam platform Paper.id. Hal ini meningkatkan transparansi sekaligus mengurangi risiko-risiko operasional seperti ketidakcocokan nilai antar dokumen dan verifikasi dokumen.

"Jika sebelumnya proses ini bisa memakan waktu berhari-hari, dengan kerja sama ini proses ini bisa dilakukan dalam satu hari saja," katanya.

Buyer dapat menikmati pendanaan usaha dan mengontrol tempo pembayaran. Sebaliknya supplier bisa menikmati pencairan invoice lebih cepat dari jatuh tempo dan arus kas keduanya juga tetap aman.

Related Topics

Modal UsahaPendanaan

Magazine

SEE MORE>
Change the World 2024
Edisi Desember 2024
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024
The Big Bet
Edisi Mei 2024

IDN Channels

Most Popular

Bappebti Wajibkan Pedagang Emas Digital Miliki 10 Ribu Gram Emas Fisik
7 Perusahaan Backdoor Listing di BEI, Cuan Besar 2025?
Daftar Sektor Saham Pemberi Dividen Terbesar di 2024
Pemerintah akan Terbitkan SBN 2025, Cek Informasinya
Bisnis Sugianto Kusuma Alias Aguan, Taipan Pemilik PIK 2
BPJS: Harvey Moeis & Sandra Dewi Penerima Bantuan Iuran Sejak 2018