Ditopang iPhone, Penjualan Apple Masih Tumbuh Walau Dihajar Inflasi

Laba Q2-2002 turun lebih dari 10 persen.

Ditopang iPhone, Penjualan Apple Masih Tumbuh Walau Dihajar Inflasi
Toko Apple di Shanghai, Tiongkok dipadati orang-orang yang mengantre untuk membeli gadget terbaru perusahaan tersebut. Shutterstock/TonyV3112
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Apple masih mengalami pertumbuhan penjualan pada kuartal kedua 2022 dengan mencatatkan US$82,96 miliar atau naik 1,9 persen dari US$81,43 miliar pada periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Meski demikian, perusahaan tersebut mesti menanggung kenaikan beban penjualan 1,9 persen menjadi US$47,07 miliar, dan beban operasional 15,1 persen pada US$12,81 miliar.

Capaian itu berujung penurunan laba Q2-2022 sekitar 10,6 persen dari US$21,74 miliar menjadi US$19,44 miliar dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan pada kuartal kedua 2020, keuntungan Apple mencapai US$11,25 miliar.

Dalam keterangan kepada media (1/8), CEO Apple, Tim Cook, menyatakan apa yang diraih pada sektor pendapatan itu merupakan sejarah baru, dan "menunjukkan ikhtiar konstan Apple untuk berinovasi, memajukan kemungkinan baru, dan memperkaya kehidupan pelanggan” mereka. 

Kondisi menantang: inflasi

Ilustrasi wujud iPhone 13. (IG @theapplehub)

Kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola bisnis di tengah kondisi yang menantang, kata Luca Maestri, CFO Apple. “Selama kuartal tersebut, kami menghasilkan hampir US$23 miliar dalam arus kas operasi dan mengembalikan lebih dari $28 miliar kepada pemegang saham kami,” ujarnya.

Tren inflasi yang terjadi belakangan tak membuat Apple menghapus optimismenya. Menurut Tim Cook, indeks harga konsumen (IHK) saat ini masih masuk akal di dalam struktur biaya perseroan.

Di sisi lain, keuntungan Apple turun karena perusahaan terdampak oleh kebijakan karantina wilayah di Cina, demikian laporan BBC. Permintaan iPhone diperkirakan tetap stabil, namun lini bisnis seperti iklan digital akan melorot.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, penjualan iPhone pada kuartal kedua tahun ini mencapai US$40,67 miliar, atau setara 49,0 persen dari total penjualan. Sedangkan, penjualan dari lini bisnis layanan menyumbang 23,6 persen terhadap total penjualan, diikuti penjualan wearables, home, and services 9,7 persen, Mac 8,9 persen, dan iPad 8,7 persen.

Menurut laporan firma riset pasar Canalys, Apple berhasil meraih kenaikan pangsa pasar pengiriman ponsel menjadi 17 persen dari sebelumnya 14 persen dalam periode yang sama, namun masih kalah dari Samsung pangsa pasarnya mencapai 21 persen.

Magazine

SEE MORE>
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024
The Big Bet
Edisi Mei 2024
Chronicle of Greatness
Edisi April 2024

Most Popular

Mega Insurance dan MSIG Indonesia Kolaborasi Luncurkan M-Assist
Siapa Pemilik Grab? Perusahaan Jasa Transportasi Terbesar
Harga Saham GoTo Group (GOTO) Hari Ini, 22 November 2024
Booming Chip Dorong Pertumbuhan Ekonomi Singapura
Pimpinan G20 Sepakat Kerja Sama Pajaki Kelompok Super Kaya
Dorong Bisnis, Starbucks Jajaki Kemitraan Strategis di Cina