Mengenal 5 Perusahaan Properti Terbesar di Indonesia
Sektor properti adalah salah satu bisnis yang menjanjikan.
Jakarta, FORTUNE – Bisnis properti adalah salah satu sektor yang mendukung kebutuhan dasar manusia, sehingga akan terus berkembang dalam situasi apapun. Hal tersebut turut tercermin dari sejumlah perusahaan properti terbesar yang ada di Indonesia.
Meski demikian, pasang surut industri tak terhindarkan, seperti pada masa Covid-19. Industri properti cukup terpukul karena prioritas keuangan masyarakat lebih dialokasikan ke kesehatan. Seiring perbaikan yang terjadi, sektor properti pun perlahan mulai menggeliat kembali. Minat masyarakat untuk memiliki hunian pun kembali menjadi prioritas.
Sektor properti dianggap menjadi salah satu lini yang mampu bertahan dalam berbagai situasi ekonomi. Lantas, siapa saya raksasa properti Indonesia? Fortune Indonesia coba merangkumnya dan menyajikannya untuk Anda, melansir laman Finansialku.com.
1. PT Alam Sutera Realty Tbk
Perusahaan ini sudah terkenal sebagai pengembang pembangunan yang ada di kawasan Serpong, Banten. Ada banyak sekali portofolio properti yang berhasil diselesaikannya perusahaan ini, seperti Mal Alam Sutera, Alam Sutera Office Tower, dan juga Silkwood Residences.
Perusahaan publik berkode emiten ASRI ini berhasil membukukan pendapatan hingga Rp2,85 triliun sepanjang 2021, naik dari pendapatan tahun sebelumnya, yakni Rp1,41 triliun. Sementara, laba perusahaan mencapai Rp145,70 miliar, naik cukup signifikan dari kondisi rugi hingga Rp1,03 triliun pada 2020, akibat pandemi Covid-19.
2. PT Lippo Karawaci Tbk
Perusahaan properti terbesar berikutnya adalah PT Lippo Karawaci Tbk, dengan jumlah nilai aset mencapai hingga Rp57,63 triliun sampai dengan kuartal pertama di tahun 2018. Sedangkan untuk angka itu pun terus mengalami peningkatan, terhitung dari tahun 2017 dengan jumlahnya yang mampu mencapai hingga Rp56,77 triliun.
Perusahaan ternama ini pun juga telah berhasil melakukan usaha terintegrasi yaitu diversifikasi berupa hunian, kota mandiri, apartemen, hotel, rumah sakit, mal bahkan hingga kawasan industri.
Pendapatan pada akhir 2021 mencapai Rp16,13 miliar, naik dari Rp11,81 di tahun 2020. Meski demikian, Covid-19 menghantam perusahaan cukup serius selama dua tahun berturutan, dari rugi Rp8,90 miliar di 2020 dan membaik hingga rugi Rp1,60 miliar pada 2021.
3. PT Bumi Serpong Damai Tbk
Perusahaan properti ini merupakan perusahaan real estate yang menyakup kawasan komersial, industri, perumahan, fasilitas umum hingga lapangan golf. Melalui pembangunan gedung inilah perseroan mulai dikenal oleh para masyarakat sebagai perusahaan pengembang kelas kakap.
Pada 2021, perusahaan yang cukup fokus pada ESG ini mencapai pendapatan Rp7,65 triliun, naik sedikit dari Rp6,18 triliun di tahun 2021. Sedangkan, keuntungan perusahaan pun meningkat cukup signifikan, dari Rp300,25 miliar pada 2020, menjadi Rp1,34 triliun di tahun 2021.
4. PT Ciputra Development Tbk
Siapa yang tak kenal Ciputra? Perusahaan pengembang kelas kakap yang ke 4 ini didirikan oleh pengembang Begawan properti Ciputra dengan total aset mencapai hingga Rp32,29 triliun. Aset yang dimilikinya itu pun selalu bertambah.
PT Ciputra menjadi pengembang dalam berbagai proyek, seperti perkantoran, perumahan, lapangan golf, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, restoran bahkan hingga fasilitas terkait. Proyek andalan dari PT Ciputra yaitu seperti superblok Citra Plaza Nagoya yang ada di Batam serta Citra Maja Raya sebagai rumah murah dengan luas 2.600 hektar yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang berkode CTRA ini, membukukan pendapatan tahun 2021 sebesar Rp9,73 triliun dari yang sebelumnya Rp8,07 triliun. Sementara, keuntungan yang didapatkan pada 2021 meningkat sedikit, dari Rp1,31 triliun di tahun 2020 menjadi Rp1,79 triliun di tahun 2021.
5. PT Agung Podomoro Land Tbk
Proyek yang saat ini sedang dipasarkan oleh PT Agung Podomoro Land Tbk adalah Podomoro Park yang memiliki luas mencapai 100 hektar yang berada di Bandung Selatan. Rencananya, proyek yang digunakan untuk hunian ini akan didirikan rumah sebanyak 3.000 unit dengan beberapa pilihan tipe.
Kesuksesan dari proyek yang digarapnya menjadikan perusahaan pengembang ini masuk sebagai perusahaan nomor 5 diantara deretan properti terbesar di Indonesia.
Emiten berkode APLN ini mencatatkan pendapatan Rp4,26 triliun pada 2021. Sayangnya, angka ini turun sedikit dari pendapatan di tahun 2020 yang mencapai Rp4,96 triliun. Sedangkan, perusahaan sendiri mengalami kerugian hingga Rp650 miliar pada 2021, naik cukup tajam dari rugi 2020 di angka Rp136,79 miliar.
Demikian lima perusahaan properti terbesar di Indonesia. Nama besar mereka telah membuktikan bahwa sektor properti Indonesia akan selalu menjadi potensi bisnis bagi dunia usaha tanah air.