Pengertian Hilirisasi dan Manfaatnya Bagi Indonesia
Meningkatkan pendapatan negara dan taraf hidup masyarakat.
Hilirisasi adalah program yang dianggap mampu memberikan nilai tambah bagi Indonesia, dan juga meningkatkan penerimaan negara serta lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Istilah ini kerap digaungkan oleh Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan.
Selain itu, baru-baru ini istilah hilirisasi juga sempat ramai diperbincangkan setelah debat capres-cawapres 2024.
Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan hilirisasi, dan apa saja manfaatnya bagi Indonesia? Fortune Indonesia telah membahasnya untuk Anda berikut ini.
Apa itu hilirisasi?
Laman palmoilina.asia, menuliskan bahwa proses hilirisasi atau disebut downstreaming, adalah tahapan pengolahan produk bahan mentah atau menjadi barang yang lebih bernilai dan siap untuk dijual kepada konsumen akhir.
Hal ini terjadi setelah tahap produksi di pabrik atau tempat pengolahan lainnya dengan melibatkan tahapan pemrosesan, pengemasan, distribusi, serta penjualan produk.
Dengan demikian, hilirisasi bisa diartikan sebagai proses pengolahan produk dari bahan mentah, menjadi barang jadi atau setengah jadi, hingga siap dijual kepada konsumen.
Proses ini akan mengolah produk menjadi lebih bernilai, harga jual produk dapat meningkat sehingga memberikan keuntungan lebih besar bagi produsen. Selain itu, proses tersebut juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.
Meski demikian, untuk mendorong hal ini dibutuhkan investasi besar dan kajian mendalam. Infrastruktur serta kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor lain yang perlu disiapkan sebelum memulai hilirisasi.
Selain itu, kebijakan pemerintah yang tertuang dalam berbagai regulasi juga harus diperjelas dan tegas penerapannya.
Contoh hilirisasi
Pemerintah Indonesia menggenjot hilirisasi di berbagai sektor, demi meningkatkan produksi bernilai tambah melalui ekspor bahan jadi atau setengah jadi.
Contoh hilirisasi bisa dilihat di sektor pertambangan, yaitu nikel. Sejak memulai proyek hilirisasi nikel, masyarakat Indonesia mulai merasakan dampaknya, seperti nilai ekspor yang melompat setelah memberhentikan ekspor nikel mentah.
“Sebelum 2020, waktu ekspor bahan mentah kita setahun itu hanya dapat kira-kira US$2,1 miliar, artinya hanya kurang lebih Rp32 triliun. Begitu dihilirisasi—diindustrialisasi menjadi US$33,8 miliar atau sekitar Rp510 triliun,” tuturnya.
Dari aspek lain, hilirisasi juga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.
Presiden juga menerangkan bahwa sebelum hilirisasi berhasil membuka lapangan kerja baru di Indonesia, yang sebelumnya justru di negara lain.
Dari contoh hilirisasi nikel, misalnya, Indonesia memperoleh PPN, PPH perusahaan PPH Karyawan, royalti, penerimaan negara bukan pajak, dan bea ekspor.
Dampak signifikan hilirisasi ini mendorong pemerintah kian gencar menggaungkan program tersebut, tidak hanya di industri berskala besar seperti pertambangan, melainkan juga di sektor yang lebih kecil, seperti UKM.
“Hilirisasi itu bukan hanya untuk yang besar-besar, bukan urusan nikel saja, bukan urusan tambang tembaga yang gede-gede, ndak. Yang UKM pun kita harus industrialisasikan, harus hilirisasikan semua produk yang masih mentahan,” ujar Presiden Joko Widodo seperti yang dikutip dari laman Presidenri.go.id.
Manfaat hilirisasi bagi Indonesia
Bagi Indonesia yang memiliki banyak sumber daya alam serta jumlah populasi yang besar, hilirisasi bisa memberikan sejumlah manfaat utama, yaitu:
Bagi Indonesia yang memiliki banyak sumber daya alam serta jumlah populasi yang besar, hilirisasi bisa memberikan sejumlah manfaat utama, yaitu:
1. Memberikan nilai tambah pada produk
Produk awal yang masih mentah akan melalui tahap pengolahan tambahan sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Produk yang telah diolah ini akan memiliki kualitas dan harga jual yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan daya saing di pasar.
2. Menciptakan lapangan kerja baru
Hilirisasi memerlukan banyak tenaga kerja terampil dan terlatih, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk mengurangi angka pengangguran di daerah sekitarnya. Dengan terciptanya lapangan pekerjaan baru, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional
Produk yang telah diolah akan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan nasional. Dengan demikian, program tersebut dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah hingga tingkat nasional.
4. Menciptakan produk baru untuk dipasarkan secara global
Produk yang telah diolah akan memiliki kualitas dan standar yang lebih baik, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional. Dengan adanya produk baru yang dapat dipasarkan di pasar internasional, akan terbuka banyak kesempatan baru untuk meningkatkan ekspor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
5. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam yang dimiliki negara
Sumber daya alam yang ada akan dioptimalkan penggunaannya, sehingga tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga meminimalisir limbah yang dihasilkan. Dengan demikian, hilirisasi juga dapat memberikan manfaat lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam yang lebih baik.