Dua Petinggi Diberhentikan, eFishery Tunjuk CEO Baru

Dugaan penyelewengan dana masih tahap penyidikan.

Dua Petinggi Diberhentikan, eFishery Tunjuk CEO Baru
Ilustrasi eFishery/Dok. efishery
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - e-Fishery, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang akuakultur, telah menunjuk Adhy Wibisono sebagai CEO interim menggantikan Gibran Huzaifah. Langkah ini diambil untuk memperbaiki tata kelola perusahaan dengan cepat. Sebelum menjabat sebagai CEO interim, Adhy sebelumnya memegang posisi sebagai CFO perusahaan. Posisi CFO interim kini diisi oleh Albertus Sasmitra menggantikan Adhy.

"EFishery saat ini beroperasi di bawah kepemimpinan Adhy Wibisono, sebagai Interim CEO, dan Albertus Sasmitra, sebagai Interim CFO. Keputusan diambil bersama shareholder perusahaan, sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik," ujar juru bicara eFishery dalam pernyataan tertulis pada Senin (16/12).

Perusahaan juga menegaskan dalam pernyataannya bahwa mereka menyadari seriusnya isu yang sedang berkembang dan memberikan perhatian penuh terhadap hal tersebut.

"Kami memahami keseriusan isu yang sedang beredar saat ini dan kami menanggapinya dengan perhatian penuh. Kami berkomitmen untuk menjaga standar tertinggi dalam tata kelola perusahaan dan etika dalam operasional perusahaan," kata juru bicara eFishery.

Investigasi keuangan masih berlangsung

Sebelumnya, DealStreet Asia pada Minggu (15/12) melaporkan bahwa para investor sedang melakukan investigasi terkait dugaan penyalahgunaan finansial di eFishery. Dalam proses ini, selain Gibran, co-founder sekaligus CPO eFishery, Chrisna Aditya, juga dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

Didirikan pada 2013 oleh Gibran Huzaifah di Bandung, eFishery telah mencapai status unicorn setelah mendapatkan pendanaan Seri D sebesar US$200 juta pada 2023.

Sejak itu, perusahaan menjadi pelopor inovasi dan solusi di sektor akuakultur, mendukung lebih dari 100.000 pembudi daya ikan dan udang di 38 provinsi di Indonesia. Bisnisnya mencakup beragam lini, seperti mesin pemberi pakan otomatis dan layanan penjualan ikan serta udang langsung ke konsumen.

eFishery juga telah menerima pendanaan dari berbagai investor, termasuk Northstar, Wavemaker Partners, Temasek Holdings, Argor Capital, SoftBank, dan HSBC Indonesia. Pada bulan Mei, eFishery memperoleh dana sebesar US$30 juta untuk mendukung rencana ekspansinya.

Magazine

SEE MORE>
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024
The Big Bet
Edisi Mei 2024
Chronicle of Greatness
Edisi April 2024

Most Popular

Dua Petinggi Diberhentikan, eFishery Tunjuk CEO Baru
10 Saham Perusahaan Energi yang Ada di Indonesia
8 Daftar Barang dan Jasa yang Kena PPN 12%, Beras Premium hingga Wagyu
Daftar Mobil yang Tak Dijual Lagi Tahun Depan, Apa Saja?
Harga Saham GoTo Group (GOTO) Hari Ini, 16 December 2024
PPN Resmi Naik 12 Persen, Kecuali Kebutuhan Bahan Pokok