Tak Melulu Perang Bunga, Ini Upaya Bank Jago Jaga Loyalitas Nasabah

Bank Jago perbanyak mitra strategis.

Tak Melulu Perang Bunga, Ini Upaya Bank Jago Jaga Loyalitas Nasabah
Ilustrasi aplikasi Bank Jago. (ShutterStock/T. Schneider)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Fortune Recap

  • Persaingan bank digital sengit, banyak tawarkan bunga simpanan hingga 8% per tahun untuk menarik nasabah baru.
  • Bank Jago anggap perang bunga tak relevan dan tak berkelanjutan. Baginya, promo bunga tinggi hanya gimmick yang tak akan berlangsung lama.
  • Menurut Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, strategi bunga tinggi hanya promo dan tidak signifikan dalam jangka panjang.

Jakarta, FORTUNE - Persaingan bank digital masih berlangsung sengit di kancah perbankan nasional. Tak sedikit sejumlah pemain baru gencar menerapkan bunga simpanan tinggi hingga 8 persen per tahun untuk menggaet nasabah baru. Kondisi ini membuat "Perang Bunga" tak terhindarkan. 

Menanggapi hal tersebut, PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) sebagai salah satu pemain lawas bank digital mengaku tak ambil pusing. Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono mengungkapkan, straregi perang bunga tidak selamanya relevan dan tak selalu berkelanjutan.

Andy bahkan menyebut promo bunga tinggi hanya gimmick dan tak akan berlangsung lama. Menurutnya, nantinya sejumlah bank baru yang mengandalkan strategi ini akan menghadapi kendala beban bunga di kemudian hari. 

“Biasanya kalau ada bunga tinggi, itu hanya promo dan tidak pernah signifikan dalam jangka panjang,” kata Andy di Jakarta, Rabu (14/8).

Bank Jago perbanyak mitra strategis

Media Briefing Bank Jago dan GoBiz (9/8)

Dalam upaya mengakuisisi nasabah baru, lanjur Andy, pihaknya menerapkan strategi peningkatan kemitraan strategis untuk meningkatkan aksesibilitas layanan. 

Saat ini saja menurut Andy, sejumlah mitra unggulan seperti Gojek, GoPay, Stockbit, dan Bibit telah menyumbang pendapatan transaksi ke Bank Jago. Bahkan Andy menyatakan, sekitar 60 persen transaksi di Bank Jago berasal dari ekosistem mitra digital mereka.  

Kondisi itu diharapkan semakin meningkatkan persentase nasabah aktif di Bank Jago. “Kami mendefinisikan pengguna aktif tidak hanya dari penggunaan aplikasi, tetapi juga dari pemanfaatan layanan Jago dalam ekosistem digital kami. 

Miliki 12,5 juta nasabah, DPK Bank Jago tembus Rp14,8 triliun

Ilustrasi aplikasi Bank Jago. (Dok. Bank Jago)

Seperti diketahui, Bank Jago mencatatkan total nasabah sebanyak 12,5 juta hingga enam bulan pertama tahun 2024. 

Pertumbuhan pengguna Aplikasi Jago sejalan dengan penghimpunan DPK yang mencapai Rp14,8 triliun sampai dengan akhir kuartal II-2024 atau tumbuh 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,1 triliun.  

Dari jumlah itu, sebanyak 61 persen atau sebesar Rp 9,1 triliun merupakan current account and savings account (CASA), sedangkan sisanya 39 persen atau Rp 5,7 triliun merupakan term deposit (TD).

Magazine

SEE MORE>
The Art of M&A
Edisi November 2024
Businessperson of the Year 2024
Edisi Oktober 2024
Turning Headwinds Into Tailwinds
Edisi September 2024
Indonesia's Biggest Companies
Edisi Agustus 2024
Human-AI Collaboration
Edisi Juli 2024
The Local Champions
Edisi Juni 2024
The Big Bet
Edisi Mei 2024
Chronicle of Greatness
Edisi April 2024

Most Popular

Harga Saham GoTo Group (GOTO) Hari Ini, 25 November 2024
MR. DIY Indonesia IPO Desember, Harga Rp1.650–Rp1.870
Nike dan Adidas Kehilangan Dominasi di Sepatu Lari
Swasembada Energi, Pemerintah Dorong Transisi Energi di Pedesaan
Daftar Harga Emas Hari Ini, 25 November 2024: Turun Rp2.000
Harga Saham Bank Central Asia (BBCA) Hari Ini, 25 November 2024