Berkat Bitcoin, El Salvador Klaim Pariwisatanya Kembali Bangkit
Pendapatan pariwisata El Salvador naik 6% ketimbang 2019.
Jakarta, FORTUNE – Presiden El Salvador, Nayib Bukulele, mengeklaim pemulihan sektor pariwisata di negaranya terjadi karena sejumlah faktor penting, termasuk adopsi Bitcoin. Negeri ini memang telah lama memanfaatkan aset digital tersebut untuk mendukung transaksi barang dan jasa.
El Salvador diklaim merupakan salah satu dari 15 negara yang berhasil membawa pendapatan sektor pariwisata ke era sebelum COVID-19 mewabah, menurut data dari Organisasi Pariwisata Dunia. Negara yang terletak di kawasan Amerika Tengah ini membukukan kenaikan pendapatan pariwisata 6 persen jika dibandingkan 2019.
Dikutip dari Bitcoin.com, Rabu (10/8), Nayib Bukulele pun membagikan pandangannya mengenai pertumbuhan pendapatan pariwisata di El Salvador. Menurutnya, situasi tersebut terjadi karena tiga faktor utama, yaitu adopsi Bitcoin, promosi kegiatan selancar, dan penurunan angka kejahatan.
“Hanya segelintir negara yang mampu memulihkan pariwisatanya ke tingkat pra-pandemi. Dan itulah pariwisata internasional, jadi alasan di baliknya sebagian besar adalah Bitcoin dan surfing,” kata Nayib dalam pernyataan resmi di akun Twitter pribadinya.
Dukungan terhadap Bitcoin
Laporan Organisasi Pariwisata Dunia itu disinyalir sejalan dengan catatan pemerintah El Salvador soal dampak pemanfaatan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.
Morena Valdez, Menteri Pariwisata El Salvador, sebelumnya menyebut, industri pariwisata di negaranya telah meningkat 30 persen sejak Bitcoin diperkenalkan untuk menunjang transaksi pembayaran dan jasa.
Pada lain sisi, pemerintah El Salvador juga telah menyampaikan harapannya akan investasi yang akan membawa lebih banyak pendukung Bitcoin di negaranya. Milena Mayorga, duta besar El Salvador di AS, baru-baru ini mengumumkan Bank Of The Future, platform investasi aset kripto, bakal menginvestasikan sebesar US$6 miliar di negara tersebut.
Namun perlu dicatat, seperti disebut di awal, pemulihan pariwisata El Salvador terjadi tak hanya karena adopsi Bitcoin. Dalam urusan selancar, misalnya, negara ini disebut merupakan rumah bagi beberapa ombak berperingkat teratas di dunia. Di sisi lain, statistik menunjukkan tingkat kasus kejahatan dan pembunuhan di El Salvador telah menurun secara signifikan sejak 2020.
Honduras Luncurkan Kota Bitcoin
Sementara itu, pemerintah Honduras belum lama ini meluncurkan Bitcoin Valley di kawasan wisata Santa Lucia kota Honduras. Bitcoin Valley ini merupakan proyek pariwisata yang mendukung Bitcoin sebagai alat pembayaran.
Inisiatif ini dikembangkan bersama oleh Blockchain Honduras, platform pertukaran Guatemala Coincaex, Universitas Teknologi Honduras, Akademi Desentralisasi, dan pemerintah kotamadya Santa Lucia, menurut warta Bitcoin.com, Senin (1/8).
Carlos Leonardo Paguada Velasquez, pendiri Blockchain Honduras, menyatakan terdapat sekitar 60 bisnis yang terlibat dalam proyek Bitcoin Valley ini. Menurutnya, puluhan pemilik bisnis tersebut telah beroleh pelatihan mengenai penggunaan Bitcoin dan teknologi di baliknya.
Cesar Andino, pemilik alun-alun perbelanjaan Los Robles di Santa, menyebut selain dolar Amerika Serikat (AS) dan lempira Honduras, bisnisnya turut menerima pembayaran dalam Bitcoin. Menurutnya, menerima Bitcoin akan membuka bisnis ke pasar lain, serta memenangkan lebih banyak pelanggan.
“Kita harus mengglobal. Kita tidak bisa menutup diri dari teknologi dan kita tidak bisa ketinggalan ketika negara lain sudah melakukannya,” kata Cesar Andino.