FINANCE

Upaya Jalin Tingkatkan Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas

Inklusi keuangan penyandang disabilitas baru 20%.

Upaya Jalin Tingkatkan Inklusi Keuangan Penyandang DisabilitasJalin Gelar Acara "Petualangan Inklusi di Museum BI" bagi penyandang disabilitas/Dok Jalin
24 July 2024

Jakarta,FORTUNE - PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) terus berupaya meningkatkan Inklusi Keuangan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kali ini, upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keamanan bagi anak-anak Penyandang Disabilitas dengan menggelar acara bertajuk "Petualangan Inklusi di Museum BI".

Acara tersebut sejalan untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang dimaknai Pemerintah dengan tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju". Dalam semangat ini, Jalin mengajak anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) di DKI Jakarta untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia (BI). Para anak-anak memperkenalkan sejarah sistem pembayaran di Indonesia, dan memberikan mereka kesempatan yang setara dalam mendapatkan literasi keuangan.

Direktur Komersial Jalin, Eko Dedi Rukminto menekankan pentingnya mempersiapkan anak-anak dengan literasi keuangan digital yang memadai. “Kita tidak ingin generasi emas ini mengalami kesulitan atau bahkan menjadi korban fraud saat menggunakan layanan sistem pembayaran digital. Kepercayaan terhadap sistem ini harus terus diperkuat melalui literasi yang baik dan konsisten dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eko melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Rabu (24/7).

Penyandang disabilitas sering hadapi hambatan saat bertransaksi

PLO Transjakarta melayani penyandang disabilitas.
PLO Transjakarta melayani penyandang disabilitas. (Dok. Transjakarta)

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Helping Hands, Wendy Kusumowidagdo menilai, edukasi dan literasi keuangan yang inklusif sangat penting untuk memastikan Teman Tuli dapat berpartisipasi penuh dalam masyarakat dan ekonomi digital. Wendy berharap melalui acara ini, Teman Tuli dapat lebih waspada dan terlindungi saat menggunakan layanan sistem pembayaran digital.

Wendy menambahkan bahwa inklusi keuangan bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap individu, termasuk mereka yang memiliki hambatan, memahami cara menggunakan layanan keuangan dengan aman dan efisien. 

"Teman Tuli, seperti kelompok rentan lainnya, sering menghadapi tantangan lebih besar dalam memahami dan mengakses layanan keuangan digital. Oleh karena itu, acara seperti ini sangat penting untuk memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan," ujar Wendy.

Inklusi keuangan penyandang disabilitas baru 20%

Peserta penyadang disabilitas mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan untuk pemilu tahun 2024 di Halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/3).
Peserta penyadang disabilitas mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan untuk pemilu tahun 2024 di Halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/3). (ANTARAFOTO/Reno Esnir)

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.