MARKET

Daya Beli Pakaian dan Alas Kaki Melemah, Kinerja Matahari Terseret

Matahari menutup 7 gerai di semester I 2024.

Daya Beli Pakaian dan Alas Kaki Melemah, Kinerja Matahari TerseretMatahari Department Store (LPPF) lanjutkan ekspansi di 2023. Dok. Matahari.com
25 July 2024

Fortune Recap

  • Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat penurunan kinerja keuangan sepanjang semester I 2024, dengan penjualan turun 2,2% menjadi Rp 7,23 triliun.
  • Margin kotor dan EBITDA juga mengalami penurunan, sementara laba bersih LPPF pada semester I 2024 turun menjadi Rp 626 miliar.
  • Perseroan akan menunda pembukaan gerai baru, menutup 10 gerai, fokus pada pengelolaan biaya, dan melakukan rencana strategis untuk meningkatkan produktivitas dan jangkauan bisnisnya.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Emiten Ritel, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat penurunan kinerja keuangan sepanjang semester I 2024. Penurunan ini sebagian disebabkan dampak periode Lebaran yang menantang dan rendahnya belanja konsumen yang masih terus berlanjut, khususnya pada produk pakaian dan alas kaki. 

Dikutip dari laporan keuangan perusahaan, Matahari mencatat penjualan enam bulan pertama 2024 sebesar Rp 7,23 triliun. Angka ini turun 2,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2023, setara dengan pertumbuhan rata-rata tiap gerai (SSSG) sebesar -2,8 persen. 

Perseroan mencatat margin kotor 34,9 persen, turun dari 35,4 persen di periode yang sama tahun lalu, akibat pembersihan stok di awal tahun. Earnings Before Interest Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 988 miliar,  turun 8 persen dari tahun sebelumnya,

Adapun, laba bersih LPPF pada semester I 2024 dibukukan sebesar Rp 626 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp683 miliar. Berdasarkan hasil semester pertama, Manajemen memproyeksikan EBITDA tahun buku 2024 sebesar Rp 1,2 triliun.

CEO Matahari, Monish Mansukhani mengatakan, hasil keuangan di paruh pertama menunjukkan lemahnya kemampuan belanja konsumen yang masih terus berlanjut, terutama untuk pakaian dan alas kaki. “Meskipun begitu, kami tetap berkomitmen pada rencana-rencana strategis untuk pertumbuhan jangka panjang.” katanya dikutip Kamis (25/7).

Penutupan gerai

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.