Mau IPO, Emiten Pupuk DGWG Bidik Laba Rp300 M di 2025
Salah satu alokasi dana IPO adalah ekspansi pabrik.
Fortune Recap
- PT Delta Giri Wacana Tbk menargetkan laba bersih Rp300 miliar pada 2025, naik 66,67% dari target 2024.
- Target penjualan Rp4 triliun diiringi proyeksi pendapatan Rp3,4 triliun pada 2024.
- Perusahaan akan melakukan IPO dengan penawaran awal harga saham Rp420-Rp620, berpotensi mendapatkan dana segar hingga Rp1,03 triliun.
Jakarta, FORTUNE - Emiten pupuk PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) menargetkan laba bersih sebesar Rp300 miliar pada 2025, seiring dengan rencana mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.
Angka tersebut lebih tinggi sekitar 66,67 persen (YoY) dari target laba bersih perseroan di 2024, yakni sekitar Rp180 miliar. Direktur Keuangan Delta Giri Wacana, Danny Jo Putra menjelaskan, target itu diiringi dengan proyeksi penjualan sebesar Rp4 triliun.
"Itu dengan asumsi IPO (Initial Public Offering) sudah berjalan," kata Danny saat ditemui di Graha CIMB, Selasa (3/12).
Target penjualan perseroan pada 2025 itu lebih tinggi sebesar 17,65 persen (YoY) dari proyeksi pendapatan tahunan DGWG pada 2024, yaitu Rp3,4 triliun.
Seiring dengan target tersebut, perseroan pun mematok target margin yang melampaui margin dalam tiga tahun terakhir. Meskipun, manajemen enggan memperinci besarannya.
Adapun, per 30 Juni 2024, DGWG mencatatkan penjualan sebesar Rp1,48 triliun dan laba bersih sebesar Rp31,73 miliar. Saat ini, perseroan memiliki empat pilar utama bisnis, meliputi: pestisida, fertilizers, farming tools & equipment, serta internal distribution.
Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan pupuk dan pestisida di dalam negeri, yakni sebesar 92–93 persen. Sementara unit bisnis lain menyumbang 7 persen terhadap penjualan.
Melalui IPO, Delta Giri Wacana menawarkan maksimal 1,66 miliar saham bernilai nominal Rp100 per saham atau 25 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran awalnya adalah Rp420–Rp620 per saham. Dengan begitu, perseroan berpeluang mengumpulkan dana segar sebesar Rp700 miliar–Rp1,03 triliun lewat pencatatan saham perdana.
Rencana ekspor melalui penambahan pabrik
Salah satu alokasi penggunaan dana IPO DGWG adalah memperluas fasilitas produksi untuk menyokong ekspansi lewat unit bisnis pestisida dan fertilizer. Hal itu akan dilakukan secara bertahap.
Sebagai langkah awal, perseroan menganggarkan investasi sekitar Rp130 miliar–Rp140 miliar pada 2025 khusus untuk pembangunan pabrik baru, yang dimulai dari Palembang. "Pabrik-pabrik lainnya akan kami rencanakan untuk lima tahun ke depan, yaitu di Riau dan di Medan," kata Presiden Direktur Delta Giri Wacana, David Yaory.
Adapun, pembangunan pabrik di Palembang akan dilakukan secara bertahap. Di fase awal, kapasitasnya ditarget sekitar 100.000 metrik ton pupuk per tahunnya. Selanjutnya, kapasitas tersebut akan ditingkatkan dalam waktu 3–4 tahun ke depan.
Kehadiran pabrik itu akan mendukung peluang ekspor bahan baku pestisida perseroan ke negara-negara potensial, seperti Brazil, Afrika, Australia, dan negara-negara di Eropa Timur.